Saya jadi ketawa, kalau ingat dulu, ketika Teman saya bercerita, (meski dengan mimik tak sedih)  tentang kisah penolakan sang calon mertua ketika melamar pujaan hati, alasannya sederhana ,teman saya itu seorang GURU..!

seperti gambaran lirik Iwan Fals, nasib guru begitu sangat menyedihkan, bukan saja gajih yang kecil,tapi juga sering disunat, belum lagi gajih yang sering telat, dan gelar menyedihkan lainnya, tapi itu dulu….!.sekarang mesti masih diliputi masalah kualitas pendidikan yang belum menggembirakan,segudang masalah anak didik yang hobby tawuran, lambat laut nasib guru mulai membaik,nasib guru mulai “membiru” kalau meminjam istilah teman saya.

Regulasi pemerintah tentang guru, dan program sertifikasi, sedikit banyak telah mengantarkan Kesejahteraan guru ketingakat yang lebih baik. Jika anda sekali kali berjalan jalan ke perumahan guru, akan terlihat berjejer kendaraan lumayan mahal dengan rumah minimalisnya, jangan tanya darimana uangnya, pokoknya begitu.

intinya, saya hanya membandingkan Guru dulu dengan sekarang, diluar kualitas keilmuannya, bahwa perubahan ini sangat menggembirakan ,paling tidak  profesi guru ,bisa jadi sandaran hidup, dan tidak lagi para orangtua, setiap memiliki anak cerdas pasti tidak diarahkan untuk jadi guru…

So…bagi semuanya jangan aneh kalau ketemu guru, sekarang belanja roti di toko Roti mahal, karena sekarang, mereka bukan lagi oemar bakeri, melainkan OEMAR BAKKERY..