Reevan..

Meski kamu masih dalam buaian dan senandung malaikat, dirahim ibumu, tapi ijinkan Ayah memanggil dirimu Reevan, dengan “E” dua , supaya kesannya barat begitu, karena toh di negrimu sekarang ini, nama barat dan wajah indo, sering menggeser wajah pribumi di Media Tv , dari mulai Host sampai pemain sinetron….

Sebenarnya namamu ini, bukanlah usulan ayah , bukan pula ibumu, tapi hasil pencarian kakak perempuanmu, entah dari mana” searchingnya”, didapat kata REEVAN. Tapi bagi ayah tak masalah, toh menurut bahasa arab, “ Reevan” itu deket deket ke kata Rafa, Rifaan, yang kurang lebih artinya “diangkat”, “mengangkat derajat “. Seperti  Doa yang biasa dilantunkan kaum Muslim sedunia, ketika shalat, pada waktu Duduk Iftirosi : “ Warfa’ni , angkatlah derajatku.

Ibumu mengusulkan Nama “Muhammad “diawal, nama yang sangat konvensional, Umum dan Religius. Mungkin Ibumu ingin, sifat dan Akhlakmu seperti Kanjeng Rasul Muhammad SAW. Meski ayah sedikit tak sependapat dengan Ibumu, toh..berapa banyak nama Muhammad berakhir nasibnya di KPK  !, Kamu tak akan pernah tahu KPK, karena ayah yakin, ketika Kamu lahir, bisa jadi , Lembaga itu Bubar !, atau mungkin ganti kelamin menjadi “ KPPK “ (Komisi Pemberantasan Pemberi Komisi ).

Nak…

Itulah DEmokrasi !, ayah harus mengakomodir semua usulan dengan baik, usulan Kakakmu dan juga ibumu, tapi mungkin , tak akan mengakomodir usulan tetangga Ayah, teman ayah, atau saudara ayah. Karena jika semua diakomodir, kita semua jadi repot. Terlebih kamu kelak, ketika mengisi biodata, kepanjangan..!

Kalau Demokrasi, memilki pengertian , Suara Terbanyak, rasanya  ayah rada sangsi nak.. Demokrasi yang dunia anut sekarang ini adalah demokrasi “paksaan”.Demokrasi karena tekanan Barat (hantu Amerika ). Atas  nama demokrasi, semua Negara dipaksa menganut system ini, bahkan dengan operasi Intelegen, dan militer…!!

Yang lebih mengerikan lagi nak..gara gara system demokrasi  ini, hampir semua pejabat pusat dan Daerah (Ayah yakin semua ) adalah orang orang yang mampu membeli suara, pengusaha dan pemodal besar.Sedikit sekali yang beruntung menjadi pejabat, karena ketaqwaannya atau bahkan prestasinya.

Akibatnya parah nak..para pejabat ini menjadi sakti, bukan saja dia bisa makan Nasi .Tapi juga makan APBD, Pendapatan Asli Daerah, bahkan Kabel, pasir, semen, beton, bahkan rangka baja, yang paling menakutkan mereka juga makan KYAI ….

Eh..Van, Ayah lupa, gara gara Demokrasi ini pulalah Ayah gak jadi ngasih nama belakangmu “ Fikri “, karena ayah takut, Nama Fikri, Membuat kamu repot ketika kamu lahir, soalnya akhir akhir ini, Nama salahsatu  pejabat dijawa barat  “Aceng Fikri “, sedang jadi bulan bulanan Media. Bukan karena prestasinya, tapi sepak terjangnya didunia Nikah siri. Tapi cerita ini gak perlu Ayah bahas, toh Media Kita, atas nama demokrasi, sudah sering “menggunjing”kannya…

Van…udah dulu yah..Eh tapi ngomong ngomong USG ibumu belum memperlihatkan jenis kelaminmu.

waduh DEmokrasi yang aneh.!

 

Desember 2012

Gambar