Reevan Anakku…

Jika Para atheis itu baca judul diatas,mereka mungkin dengan santai atau mungkin garang akan menjawab “Daripada bermetamorfosis dari Tuhan yang bodoh” !

Tapi nak, percayalah, mereka itu orang orang yang galau , untuk mencari arti “kesejatian diri”…kamu jangan heran ketika tua nanti , mereka semua para atheis akan mencari tambatan hati…sehingga mereka akan mati tenang,..!

Reevan anakku…

Jika bertemu mereka, kamu harus banyak “makan Buku”, mulai memperdalam agamamu, membaca dan mempelajari Filsafat, mungkin semacam buku” Tahafut Al Falasifah, atau mungkin Tahafut at tahafut, karya Imam ghazali, dan lawannya. Banyak baca referensi Perbandingan agama, ekonomi Kapitalis, sejarah dunia, biografi tokoh Humanis, Sain , Psikologi Sigmend Freud, jangan lupa , baca pula Evolusi Darwin, dan tentu saja buku karangan Mbahnya Atheis “ Karl Mark”…

Nak…Ayahhmu gak sempat baca baca yang kayak begitu..!, Ayah hanya diajarin Kakekmu , jadi orang yang banyak manfaat, penyayang santun dan Taat pada Allah SWT, itulah yang membuat Hidup bahagia..”, Katanya.

Para Atheis itu sebagian” pandai”, mungkin karena keraguannya atas keberadaan Tuhan, membuat meraka banyak mencari referensi ,yang akan membuat kehausan dahaga Mereka terpenuhi. Diskusi dengan Mereka butuh banyak “Ilmu”. Namun sayang, mereka sering lupa, bahwa pemikiran sehebat apapun tetap sangat  rawan “ Relatif “.

Al-Quran , kitab Suci kita, menginformasikan tentang Sifat Arogan  Mereka :

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”[QS. Yunus:36]

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”[QS. al-Nisâ’:116]

Tapi Nak….

Perlu Kamu ingat, Berdiskusi dengan mereka, jangan sekali kali bawa, Ayat Al Quran, atau hujah agama.Jangankan Al Quran dan Hujah Agama, Tuhan Aja mereka Gak percaya Koq..

Jadi gunakan, Pola berfikirmu yang tajam, wawasanmu yang luas, Rendah hati, dan tak Emosional. Jangan picik untuk tidak menghargai lawan bicara. Tapi juga jangan terlalu serius..! karena diantara merekapun diskusi tentang Tuhan, “Hanya Olok Olok Belaka “….bahkan diantara mereka umumnya beragama ,yang sangat benci Islam.

Yakinlah, lawan mereka dengan retorika, atau kalau perlu , kemukakan bukti Ilmiah. Jangan seperti Ayah, sangat kekurangan Ilmu…..

Nak …Mereka itu pandai, tapi sebenarnya mereka Rapuh….Karena Mereka tidak lain hanyalah :

“Metamorfosis dari Syetan Yang Pintar….!!!”

 

Desember, 10 ,2012