By.Hendi2012

Satu hal yang selalu Saya suka dari Liburan adalah, Kekaguman, gairah Kebersamaan, pertanyaan dan kerinduan untuk kembali ketempat itu lagi…

Dan satu tempat Liburan murah, yang selalu Saya sempatkan untuk berkunjung adalah Taman Mini (TMII) jakarta. meski menurut Anak Saya “Sangat membosankan” dan bingung mana yang harus dilihat, Taman mini merupakan objek wisata dengan wahana pemahaman dan pengetahuan kebangsaan luar biasa.(dan itu coba Saya jelaskan dengan bahasa mereka, Anak-anak )

Anda bisa bayangkan, simbol rumah ,pakaian ,makanan dan kebiasaan yang terpasang rapih, menggambarkan kekayaan budaya ,yang tidak ada tandingannya di dunia. Kadang Saya berpikir, ada pesan yang mendalam, mengapa Allah SWT megirimkan keanekaragaman itu di bumi pertiwi bernama Indonesia, dengan mayoritas Muslim tentunya.

Keanekaragaman budaya dengan segala kekayaan bahasa ,suku dan kepercayaan, mestinya membuat negeri ini besar, dan mendatangkan keuntungan yang besar pula. Rasa yang tumbuh sebagai bangsa ,seharusnya menumbuhkan kebaggaan akan Anugrah Allah yang luar biasa ini.

Perasaan ini pulalah yang mungkin dirasakan oleh para foundingFather, ketika menetukan Ideologi yang tepat untuk bangsa ini.Dan tidak memilih ” agama mayoritas.

Sebagai seorang Muslim , Saya sangat percaya bahwa Islam mampu menjadi ideologi pilhan untuk bangsa yang majemuk seperti indonesia.Dan itu mungkin  cita cita seluruh Muslim dimanapun.Tapi Saya sangsi, apakah semua “Muslim ideologis” mampu memahami  kemajemukan, dengan segala kekayaan budaya yang unik itu ? (dan pertanyaan yang harus kita jawab, sehingga mampu meyakinkan Mereka, bahwa Islam adalah solusi kemajemukan , Konflik internal aja, mereka sudah saling bunuh ?)

Akhirnya Saya punya kesimpulan, untuk semua para pemikir dan perencana ideologis atau penentu kebijakan , sering seringlah ke Taman Mini, beri pemahaman kebangsaan kepada anak anak kita, buat meraka befikir dan belajar mencintai perbedaan, mensykuri anugrah Allah SWT atas kekayaan Budaya yang dberikan..

INilah yang  sering Saya rasakan ketika berkunjung Ke TMII, sebuah pertanyaan, gairah kebersamaan, kerinduan, kekaguman dan tentunya..pegel-pegeeeeel..namun selalu ingin kembali.

26 Desember 2012..