By. Hendi Suhendi

Gambar

Peperangan manusia yang berat, yang sering tidak nampak oleh orang lain, adalah peperangannya melawan hati-nuraninya sendiri.

Ada film bagus yang typenya adalah “psychological movie” yang berjudul THE MACHINIST, bercerita tentang anak manusia yang berperang berat melawan hati-nuraninya sendiri, ini bukan film entertainment, jadi jangan harap Christian Bale tampil macho dan keren seperti di film Batman Begin, di film ini ia menurunkan badannya hingga 63 pounds dari beratnya yang normal 185 pounds (1 pound = 453 gram), sehingga terlihat seperti seseorang yang kena malnutrisi.

Diceritakan seorang pemuda yang tabrak-lari setelah menabrak seorang anak, dia memang lepas dari hukuman penjara, namun ia tidak lepas dari hukuman hati-nuraninya. Konflik batin ini diperankan dengan apik oleh Christian Bale yang dulu juga dikenal sebagai seorang aktor cilik dalam film Empire of The Sun (1987) garapan sutradara Steven Spielberg.

Seorang penjahat, bisa jadi ia adalah seorang yang sadis tak berbelas-kasihan, atau seorang pelacur, atau seorang koruptor atau seorang penipu, di suatu moment tertentu akan berhadapan dengan hati-nuraninya sendiri. Dan tidak jarang suara-hatinya ini dapat membuat mereka mengerem tindakannya, atau menghentikannya sama sekali. Presiden Bush melakukan invasi ke Iraq hingga sekarang, barangkali hati-nuraninya masih diparkir di suatu tempat, namun ada satu saat dia tidak akan dapat lari dari hati-nuraninya sendiri. Pol Pot, mantan penguasa Kamboja yang terkenal sadis dalam peperangan membunuh jutaan orang manusia juga akhirnya pasti tidak akan dapat lari dari hati-nuraninya. Mengapa? Karena inilah reserve yang diberikan Allah bagi manusia agar manusia itu dapat kembali ke jalan yang benar, hati-nurani adalah karunia.

Hati Nurani Guru

Dilema…itulah jawaban sebagian guru-guru, jika ditanya berapa siswa yang harus tidak diluluskan pada setiap akhir ujian Nasional  , dengan memberi nilai Ujian sekolah dibawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal).

Karena bisa dipastikan , sesungguhnya dengan system penilaian yang ada, guru mampu memberikan keputusan Nilai 40 % yang mempengaruhi nasib lulus tidak seorang Siswa diakhir tahun ajaran.

Meski guru bukanlan Cristian bale, yang berperan sebagai Orang yang yang tersiksa batinnya , lantaran telah melakukan hal salah, dan dia coba mencari pembenaran dengan apa yang dilakukannya. Namun di akhir episode Ujian , lagi lagi Guru dihadapkan pada kondisi perang Nurani.

Ini pula mungkin, mengapa beberapa orang guru dibeberapa daerah melakukan akhlaq tidak terpuji, dengan membantu ujian siswa agar mereka bisa lulus.

Jika ditanyakan kepada mereka , mengapa melakukan hal itu ?, banyak jawaban yang mengarah kepada sebuah perlawanan terhadap sebuah system, yang mereka sendiri gagap untuk memahaminya.

Perlawanan pada sebuah  keadaan , dimana teori teori belajar dimentahkan, teori toeri kekuasaan penilaian dibungkam, teori teori  Bakat dan minat Gardner dipandang sebelah mata. Perlawanan terhadap kekuasaan institusi yang meraih untung dari bergelimangnya materi atas nama program.

Atau jangan jangan, seperti pendapat sebagian orang yang  konsen terhadap perbaikan kwalitas pendidikan, prilaku pembelaan guru di akhir  tahun kelulusan, adalah perlawanan tehadap ketidakmampuannya menghasilkan siswa yang mumpuni di bidang mata pelajaan yang di UN –kan ?, atau rasa prestise sekolah yang dipetaruhkan jika siswa siswinya berguguran separuh tak lulus ?.

Antara Nurani dan Siti Nurani

Siti nurani, Siswi manis dan ceria kelas VIII ,  begitu tangkasnya, menjawab pertanyaan pertanyaan pada lomba cerdas cermat bidang IPS dan mengantarkannya juara 1. Dia juga Anak yang supel dan pandai bernyanyi, di beberapa Festifal  Siti Nurani mampu mengharumkan  nama Sekolah.

Selain Aktifis Rohis Sekolah, Siti Nurani pun , anggota Paskibra kebanggaan sekolah, beberapa kali , beliau mewakili sekolah , bahkan pembawa bendera Pusaka, pada upacara Peringatan agustus di kabupaten.

Satu hal yang paling disayangkan, beberapa kali dia menyatakan ketidak mampuannya belajar Matematika, baginya matematika  pelajaran yang rumit dan membosankan, setali tiga uang , diapun tidak begitu menyukai pelajaran IPA.

Jauh tertinggal sebenarnya dengan Farist yang tempo hari, mengolok olok Guru baru,sampai menangis,bahkan pernah satu kali ,farist mengungkapkan ketidaksukaannya mengikuti Praktek agama, hanya karena Dia ,tidak hafal bacaan Shalat..!, namun tidak seperti Siti nurani yang alergi Eksakta, Farist bisa dikatakan jago, dan mumpuni dibidang Matematika.

Lagi lagi Seperti tahun sebelumnya, Sang guru dihadapkan pada sebuah pilihan , membiarkan sang Idola pengharum nama Sekolah harus gugur, karena ketidakmapuannya dibidang matematika dan ipa,

Atau membiarkan Farist si Trouble maker lulus, dengan meninggalkan hutang praktek shalat, dan beberapa kali melukai hati gurunya..

Atau harus melawan nurani kembali ???..

Maret 2013

Iklan