Posts from the ‘Artikel Pribadi’ Category

Menghadirkan Guru superhero dikelas

Gambar

By. Hendi Suhendi

Siapa yang tak kenal  Spiderman, Batman,atau superman ?, hampir separuh makhluk dibumi mengenal sosok Pahlawan fiksi  pembela kebenaran ini.

Selain mempunyai  kemampuan heroic   luar biasa,  yang  tidak dimiliki manusia lain umumnya dibumi, beberapa tokoh superhero ini, tampil menarik dan unik, baik dari cara berpakaiannya yang khas dan mudah dikenali  maupun  dari kepribadiannya yang  elegan ,mengesankan…

Superhero, tentu saja diinginkan dan ditunggu keberadaannya, terutama oleh anak anak yang mengidolakannya . Tidak jarang Anak anak mengikuti  cara berpakaian mereka, aktifitas heroic mereka, bahkan lebih jauh, mereka ingin menjadi “ To Be “ superhero pujaannya !

Guru Superhero

Tapi mungkinkah guru bisa tampil sebagai Superhero di kelas ?, yang mampu  mempengaruhi anak , ditunggu, bahkan di idamkan keberadaannya ?

Tentu saja bisa…!, meski  bukan sebagai pahlawan yang berpakaian aneh dan unik itu, atau tiba tiba saja guru bisa merayap  di dinding atau terbang dikelas kesana kemari bak superman. Namun  prinsip prinsip Superhero bisa diterapkan di kelas , sehingga suasana  belajar bisa berhasil  dengan baik, dan tentu saja, sang guru superhero akan mampu menginpirasi  anak berbuat hal yang diinginkan,  sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Prinsif prinsif Superhero

Adapun prinsif prinsif Superhero yang bisa diterapkan dikelas  sebagai berikut :

1.       Berubah

“Berubah..!” , itulah kata kata yang khas  diucapkan sekelompok anak muda superhero asal  Jepang  POWER RANGER, ketika mereka merubah dirinya menjadi lebih hebat, ada yang berubah menjadi merah, kuning , biru, hitam, bahkan kesukaan anak putri ,Power ranger Pink.

Sama halnya seperti para superhero  yang lain, tampaknya untuk menjadi sosok hebat, sesorang mesti  merubah dirinya, menjadi sosok yang lain. Peter Parker, sebelum jadi spiderman, dia adalah pemuda yang lemah, tak percaya diri ,berkacamata culun, bahkan takut terhadap perempuan. Wayne sebelum jadi Batman dia hanyalah pengusaha kota, seperti pengusaha gotham pada umumnya.  Bahkan setali tiga uang dengan  Peter parker dan Wayne,  Clark Kant hanya mampu menjadi wartawan local dengan gaji minim, pemalu dan sering menjadi sasaran marah sang bos di kantor,tapi jangan ditanya ketika Clark berubah menjadi Superman..!

Jadi intinya , untuk menjadi Guru  yang hebat dikelas harus di awali dengan  Perubahan Diri, Perubahan paradigma mengajar, perubahan strategi dan inovasi pembelajaran . tanpa perubahan itu semua, tampaknya akan jauh menjadi guru yang diidamkan , apalagi mampu  menginfirasi anak dikelas.

2.       Memilki Ciri Khas

Salahsatu keunikan dari setiap superhero adalah  penampilan mereka yang  khas, gampang dikenali dan tidak pernah berubah. Brand dalam setiap produk itu penting. Brand yang baik, dan dikenal luas akan sering diperbincangkan, tidak jarang, saking lakunya ditiru.

Hendaknya seorang guru harus memliki ciri khas yang unik, menyenangkan, gampang dikenali dari pribadinya yang baik, akhlaqnya yang sopan, humoris, bewawasan , berpakaian rapi, atau bahkan disiplin yang tinggi, komitmen terhadap aturan, dan sifat sifat khas yang baik, yang terus melekat dibenak siswa seterusnya. Bukan sebaliknya sifat buruk yang khas yang diingat siswa.

3.       Prinsif menolong Tanpa pamrih 

Ciri khas yang lain dari Supehero adalah cara berpakaiannya yang menyembunyikan dirinya. Hal ini dilakukan agar  orang tidak mengenal siapa orang yang sering menolong banyak orang itu, menyelamatkan banyak nyawa, bahkan rela dirinya berkoban dalam bahaya yang mengancam.

Tidak terbersit sedikitpun para Superhero ini, ingin mendapat bayaran, ingin terkenal atau disanjung dan dipuja.Baginya pengabdian tulus adalah tugas terbesar dalam hidupnya.

Seorang Guru dituntut untuk ikhlas dan menolong anak didiknya dengan penuh pengorbanan. Yakinlah ALLAH SWT akan menolong keluar dari kesulitan hidup, paling tidak akan berbahagia seperti para superhero itu..

4.       Memperhitungkan Strategi

Sosok Batman adalah satu dari sekian contoh Supehero, yang senantiasa mempersiapkan langkah langkah Heroiknya . Strategi dan pendekatan, persiapan alat, dengan berbagai kemungkinan hasil yang terburukpun direncanakan, padahal Dia tahu percis kelebihan yang dimilikinya.

Dan terbukti hasinya luar biasa….

Jadi , kata siapa guru tidak bisa jadi superhero…

Iklan

Antara Nurani Dan Siti Nurani ( Refleksi UN 2013)

By. Hendi Suhendi

Gambar

Peperangan manusia yang berat, yang sering tidak nampak oleh orang lain, adalah peperangannya melawan hati-nuraninya sendiri.

Ada film bagus yang typenya adalah “psychological movie” yang berjudul THE MACHINIST, bercerita tentang anak manusia yang berperang berat melawan hati-nuraninya sendiri, ini bukan film entertainment, jadi jangan harap Christian Bale tampil macho dan keren seperti di film Batman Begin, di film ini ia menurunkan badannya hingga 63 pounds dari beratnya yang normal 185 pounds (1 pound = 453 gram), sehingga terlihat seperti seseorang yang kena malnutrisi.

Diceritakan seorang pemuda yang tabrak-lari setelah menabrak seorang anak, dia memang lepas dari hukuman penjara, namun ia tidak lepas dari hukuman hati-nuraninya. Konflik batin ini diperankan dengan apik oleh Christian Bale yang dulu juga dikenal sebagai seorang aktor cilik dalam film Empire of The Sun (1987) garapan sutradara Steven Spielberg.

Seorang penjahat, bisa jadi ia adalah seorang yang sadis tak berbelas-kasihan, atau seorang pelacur, atau seorang koruptor atau seorang penipu, di suatu moment tertentu akan berhadapan dengan hati-nuraninya sendiri. Dan tidak jarang suara-hatinya ini dapat membuat mereka mengerem tindakannya, atau menghentikannya sama sekali. Presiden Bush melakukan invasi ke Iraq hingga sekarang, barangkali hati-nuraninya masih diparkir di suatu tempat, namun ada satu saat dia tidak akan dapat lari dari hati-nuraninya sendiri. Pol Pot, mantan penguasa Kamboja yang terkenal sadis dalam peperangan membunuh jutaan orang manusia juga akhirnya pasti tidak akan dapat lari dari hati-nuraninya. Mengapa? Karena inilah reserve yang diberikan Allah bagi manusia agar manusia itu dapat kembali ke jalan yang benar, hati-nurani adalah karunia.

Hati Nurani Guru

Dilema…itulah jawaban sebagian guru-guru, jika ditanya berapa siswa yang harus tidak diluluskan pada setiap akhir ujian Nasional  , dengan memberi nilai Ujian sekolah dibawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal).

Karena bisa dipastikan , sesungguhnya dengan system penilaian yang ada, guru mampu memberikan keputusan Nilai 40 % yang mempengaruhi nasib lulus tidak seorang Siswa diakhir tahun ajaran.

Meski guru bukanlan Cristian bale, yang berperan sebagai Orang yang yang tersiksa batinnya , lantaran telah melakukan hal salah, dan dia coba mencari pembenaran dengan apa yang dilakukannya. Namun di akhir episode Ujian , lagi lagi Guru dihadapkan pada kondisi perang Nurani.

Ini pula mungkin, mengapa beberapa orang guru dibeberapa daerah melakukan akhlaq tidak terpuji, dengan membantu ujian siswa agar mereka bisa lulus.

Jika ditanyakan kepada mereka , mengapa melakukan hal itu ?, banyak jawaban yang mengarah kepada sebuah perlawanan terhadap sebuah system, yang mereka sendiri gagap untuk memahaminya.

Perlawanan pada sebuah  keadaan , dimana teori teori belajar dimentahkan, teori toeri kekuasaan penilaian dibungkam, teori teori  Bakat dan minat Gardner dipandang sebelah mata. Perlawanan terhadap kekuasaan institusi yang meraih untung dari bergelimangnya materi atas nama program.

Atau jangan jangan, seperti pendapat sebagian orang yang  konsen terhadap perbaikan kwalitas pendidikan, prilaku pembelaan guru di akhir  tahun kelulusan, adalah perlawanan tehadap ketidakmampuannya menghasilkan siswa yang mumpuni di bidang mata pelajaan yang di UN –kan ?, atau rasa prestise sekolah yang dipetaruhkan jika siswa siswinya berguguran separuh tak lulus ?.

Antara Nurani dan Siti Nurani

Siti nurani, Siswi manis dan ceria kelas VIII ,  begitu tangkasnya, menjawab pertanyaan pertanyaan pada lomba cerdas cermat bidang IPS dan mengantarkannya juara 1. Dia juga Anak yang supel dan pandai bernyanyi, di beberapa Festifal  Siti Nurani mampu mengharumkan  nama Sekolah.

Selain Aktifis Rohis Sekolah, Siti Nurani pun , anggota Paskibra kebanggaan sekolah, beberapa kali , beliau mewakili sekolah , bahkan pembawa bendera Pusaka, pada upacara Peringatan agustus di kabupaten.

Satu hal yang paling disayangkan, beberapa kali dia menyatakan ketidak mampuannya belajar Matematika, baginya matematika  pelajaran yang rumit dan membosankan, setali tiga uang , diapun tidak begitu menyukai pelajaran IPA.

Jauh tertinggal sebenarnya dengan Farist yang tempo hari, mengolok olok Guru baru,sampai menangis,bahkan pernah satu kali ,farist mengungkapkan ketidaksukaannya mengikuti Praktek agama, hanya karena Dia ,tidak hafal bacaan Shalat..!, namun tidak seperti Siti nurani yang alergi Eksakta, Farist bisa dikatakan jago, dan mumpuni dibidang Matematika.

Lagi lagi Seperti tahun sebelumnya, Sang guru dihadapkan pada sebuah pilihan , membiarkan sang Idola pengharum nama Sekolah harus gugur, karena ketidakmapuannya dibidang matematika dan ipa,

Atau membiarkan Farist si Trouble maker lulus, dengan meninggalkan hutang praktek shalat, dan beberapa kali melukai hati gurunya..

Atau harus melawan nurani kembali ???..

Maret 2013

Uji Adrenalin Guru PAI SMP Melalui Kegiatan OutBond MGMP Provinsi Banten

Bendulu, ANYER Adventure…

CIMG4692

Ada yang  unik, dari kegiatan MGMP Provinsi Banten Kali Ini, Dalam rangka peningkatan Mutu guru PAI SMP Provinsi Banten, Pada tanggal 30 -31 Maret tahun 2013, MGMP PAI SMP Provinsi Banten mengadakan kegiatan Workshop Sosialisasi kurikulum 2013 , dan  Peningkatan Hasil Belajar siswa Afeksi dan Psikomotor, sekaligus esok harinya peserta di ajak melakukan OUT BOND, bertempat di Adventure outbond Bendulu Anyer Beach.(klik  Disini on Flickr.Untuk Melihat Foto lainnya )

CIMG4585

Dikatakan unik, karena MGMP PAI SMP satu satunya yang “mengawinkan” kegiatan workshops dengan kegiatan yang bernuansa bermain namun memilki tujuan dan arah yang sama dengan meningkatkan kualitas Mutu Guru PAI SMP.( untuk melihat foto kegiatan workshop bisa klik MGMP PAI SMP PROVINSI BANTEN on Flickr.,)

CIMG4687

Meski terlihat tidak nyambung diantara kegiatan keduanya, namun melalui kegiatan outbond, peserta diajak langsung untuk melakukan kegiatan KI I, (Kompetisi I) Spiritual, dimana peserta akan ditumbuhkan kecintaan terhadap  sang pencipta melalui ciptaan alam ,sekitar lokasi yang masih alami dan Asri.

KI -2 (Sosial), KI-3 (Pengetahuan) ,KI-4 (Keterampilan ) peserta diajarkan kerjasama , saling menjaga , disiplin, berani, saling membantu, menumbuhkan kekeluargaan , melalui permainan titian, produk dan Siap menghadapi Tantangan, Berkompetisi, dan berani melakukan Inovasi.

Kegiatan ini sangat menarik peserta, meski terlihat kelelahan. Peserta Workshop Terlihat Antusias dan sangat menikmati kegiatan.yang pasti semua guru PAI SMP diajak untuk menguji Adrenalin, sehingga mampu berimbas pada kinerja mutu Guru PAI Disekolah….( klik  MGMP PROVINSI BANTEN on Flickr.Untuk Melihat Foto lainnya )

Apakah benar Wartawan Mitra Sekolah ??

wartawanBY. Hendi Suhendi

Ada pemandangan yang menarik dihampir semua sekolah, yang kita tidak temukan sebelum hadirnya bantuan Oprasional Sekolah.yaitu, membanjirnya silaturahmi “Wartawan ” dan “LSM” pada waktu waktu tertentu. Terutama pada saat hadir nya “Si BOS” atau proyek Bantuan Sekolah.

Hal ini mungkin terkait dengan tugas mereka yang memilki fungsi kontrol terhadap lembaga pemerintah atau program kegiatan yang didanai oleh pemerintah.

Dalam buku Blur: How to Know What’s True in the Age of Information Overload karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, tugas wartawan yang pertama yakni, authenticator, yakni konsumen memerlukan wartawan yang bisa memeriksa keabsahan suatu informasi.

Kedua adalah sense maker yakni menerangkan apakah informasi itu masuk akal atau tidak. Tugas ketiga adalah investigator, yakni wartawan harus terus mengawasi kekuasaan dan membongkar kejahatan.

Keempat adalah witness bearer, yakni kejadian-kejadian tertentu harus diteliti dan dipantau kembali dan dapat bekerja sama dengan reporter warga. Adapun tugas kelima adalah empowerer yakni saling melakukan pemberdayaan antara wartawan dan warga untuk menghasilkan dialog yang terus-menerus pada keduanya.

Keenam adalah smart aggregator, yakni wartawan cerdas harus berbagi sumber berita yang bisa diandalkan, laporan-laporan yang mencerahkan, bukan hanya karya wartawan itu sendiri. Ketujuh adalah forum organizer, yakni organisasi berita, baik lama dan baru, dapat berfungsi sebagai alun-alun di mana warga bisa memantau suara dari semua pihak, tak hanya kelompok mereka sendiri.

Adapun tugas kedelapan, role model, yakni tak hanya bagaimana karya dan bagaimana cara wartawan menghasilkan karya tersebut, namun juga tingkah laku wartawan masuk dalam ranah publik untuk dijadikan contoh.

Wartawan Sebagai Mitra Sekolah ?

Selain Wartawan memliki fungsi kontrol dan menjadi kepanjangan informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat. Bagi sekolah ,Wartawan merupakan “mitra” yang saling bersinergi untuk membangun pendidikan dan keterlajutan generasi cerdas bangsa.

Meski demikian, Sekolah sering merasa, ” Mereka ” hadir bukan sebagai mitra, melainkan Orang asing dengan kewenangan investigator, Penekan ( Presser), bahkan Intimidator. Tidak jarang kewenangan mereka melebihi BPK bahkan KPK sekalipun.

“wartawan ” Jenis ini sering sekali membawa Koran dengan “Oplah” dibawah standar, mungkin korannya hanya cocok jadi bungkus. Sekolah juga jarang sekali melihat tulisan tulisan mereka yang Berbobot ,atau tulisan kearah membangun  pendidikan,  memberikan solusi solusi yang mencerahkan.( Jangan jangan mereka Tidak bisa menulis?)

Tanpa ” Menjudge” profesi beberapa Oknum Wartawan yang suka menJudge pihak sekolah, keberadaan mereka terkadang cukup menggangu proses KBM, tidak jarang mereka meminta konfirmasi pada saat Guru mengajar , dan seringkali mereka membesar besarkan masalah, yang sesungguhnya masyarakat dan pihak sekolah sudah sampai pada tingkat pemahaman tertinggi.

Dan Anda tahu ujung silaturahmi mereka..???

 

Pendidikan Budi Pengerti, Pengertian, Tujuan , Dan Penerapan Materi Budi Pekerti Di Sekolah

Pengertian Pendidikan Budi Pekerti

Pada hakekatnya, pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. ( Baca Pula : KI (kompetensi inti – KD (kompetensi Dasar PAI dan Budi Pekerti)

Pengertian pendidikan budi pekerti menurut Haidar (2004) adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan prilaku peserta didik agar memiliki sikap dan prilaku yang luhur (berakhlakul karimah) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia maupun dengan alam/lingkungan.

Tujuan pendidikan Budi Pekerti adalah untuk mengembangkan nilai, sikap dan prilaku siswa yang memancarkan akhlak mulia/budi pekerti luhur (Haidar, 2004). Hal ini mengandung arti bahwa dalam pendidikan Budi Pekerti, nilai-nilai yang ingin dibentuk adalah nilai-nilai akhlak yang mulia, yaitu tertanamnya nilai-nilai akhlak yang mulia ke dalam diri peserta didik yang kemudian terwujud dalam tingkah lakunya.

Penerapan Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah

Secara teknis, penerapan pendidikan budi pekerti di sekolah setidaknya dapat ditempuh melalui empat alternatif strategi secara terpadu.

  • Strategi kedua ialah dengan mengintegrasikan pendidikan budi pekerti ke dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.
  • Strategi ketiga ialah dengan mengintegrasikan pendidikan budi pekerti ke dalam kegiatan yang diprogramkan atau direncanakan.
  • Strategi keempat ialah dengan membangun komunikasi dan kerjasama antara sekolah dengan orang tua peserta didik.

Berkaitan dengan implementasi strategi pendidikan budi pekerti dalam kegiatan sehari-hari, secara teknis dapat dilakukan melalui:

a.      Keteladanan

Dalam kegiatan sehari-hari guru, kepala sekolah, staf administrasi, bahkan juga pengawas harus dapat menjadi teladan atau model yang baik bagi murid-murid di sekolah. Sebagai misal, jika guru ingin mengajarkan kesabaran kepada siswanya, maka terlebih dahulu guru harus mampu menjadi sosok yang sabar dihadapan murid-muridnya.

Begitu juga ketika guru hendak mengajarkan tentang pentingnya kedisiplinan kepada murid-muridnya, maka guru tersebut harus mampu memberikan teladan terlebih dahulu sebagai guru yang disiplin dalam menjalankan tugas pekerjaannya.

Tanpa keteladanan, murid-murid hanya akan menganggap ajakan moral yang disampaikan sebagai sesuatu yang omong kosong belaka, yang pada akhirnya nilai-nilai moral yang diajarkan tersebut hanya akan berhenti sebagai pengetahuan saja tanpa makna.

b.      Kegiatan spontan.

Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilaksanakan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat guru mengetahui sikap/tingkah laku peserta didik yang kurang baik, seperti berkelahi dengan temannya, meminta sesuatu dengan berteriak, mencoret dinding, mengambil barang milik orang lain, berbicara kasar, dan sebagainya.

Dalam setiap peristiwa yang spontan tersebut, guru dapat menanamkan nilai-nilai moral atau budi pekerti yang baik kepada para siswa, misalnya saat guru melihat dua orang siswa yang bertengkar/berkelahi di kelas karena memperebutkan sesuatu, guru dapat memasukkan nilai-nilai tentang pentingnya sikap maaf-memaafkan, saling menghormati, dan sikap saling menyayangi dalam konteks ajaran agama dan juga budaya.

c.       Teguran.

Guru perlu menegur peserta didik yang melakukan perilaku buruk dan mengingatkannya agar mengamalkan nilai-nilai yang baik sehingga guru dapat membantu mengubah tingkah laku mereka.

d.      Pengkondisian lingkungan.

Suasana sekolah dikondisikan sedemikian rupa melalui penyediaan sarana fisik yang dapat menunjang tercapainya pendidikan budi pekerti.

Contohnya ialah dengan penyediaan tempat sampah, jam dinding, slogan-slogan mengenai budi pekerti yang mudah dibaca oleh peserta didik, dan aturan/tata tertib sekolah yang ditempelkan pada tempat yang strategis sehingga mudah dibaca oleh setiap peserta didik.

e.       Kegiatan rutin.

Kegiatan rutinitas merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat.

Contoh kegiatan ini adalah berbaris masuk ruang kelas untuk mengajarkan budaya antri, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain, dan membersihkan ruang kelas tempat belajar.

Hambatan dalam penerapan pendidikan budi pekerti di sekolah

Dalam realitasnya antara apa yang diajarkan guru kepada peserta didik di sekolah dengan apa yang diajarkan oleh orang tua di rumah, sering kali kontra produktif atau terjadi benturan nilai.

Untuk itu agar proses pendidikan budi pekerti di sekolah dapat berjalan secara optimal dan efektif, pihak sekolah perlu membangun komunikasi dan kerjasama dengan orang tua murid berkenaan dengan berbagai kegiatan dan program pendidikan budi pekerti yang telah dirumuskan atau direncanakan oleh sekolah ( Baca : KI – Kd PAI dan Budi Pekerti). Tujuannya ialah agar terjadi singkronisasi nilai-nilai pendidikan budi pekerti yang di ajarkan di sekolah dengan apa yang ajarkan orang tua di rumah.

Selain itu, agar pendidikan budi pekerti di sekolah dan di rumah dapat berjalan searah, sebaiknya bila memungkinkan orang tua murid hendaknya juga dilibatkan dalam proses identifikasi kebutuhan program pendidikan budi pekerti di sekolah.

Dengan pelibatan orang tua murid dalam proses perencanaan program pendidikan budi pekerti di sekolah, diharapkan orang tua murid tidak hanya menyerahkan proses pendidikan budi pekerti anak-anak mereka kepada pihak sekolah, tetapi juga dapat ikut serta mengambil tanggung jawab dalam proses pendidikan budi pekerti anak-anak mereka di keluarga.

Pondok Pesantren Modern Daarussaa’dah Cimarga, Kab.Lebak ( boarding School ),mencetak Santri Berwawasan Modern dan Berhati Mekah

Profil Dan Kegiatan Pondok

MUQODIMAH

Pimpinan Pondok, KH .Pupu Mahpudin,M.Ag

Pondok Pesantren Daarussa’adah di dirikan oleh K.H Hasan Aping (Alm) dan K.H Pupu Mahfuddin M.Pd.I pada tahun 1989 . Lahirnya Pondok Pesantren Daarussa’dah untuk mencetak kader muslim yang berakidah islamiah,berkualitas,berwawasan jauh kedepan mempunyai kesemimbangan antara ilmu dan amal serta keseimbangan antara dzikir dan fikir.Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Pondok Pesantren Daarussa’adah selain ditunjang oleh psilitas yang refresentatif, didukung juga oleh tenaga pendidikan yang propesional dibidangnya. Tenaga pendidik terdiri atas lulusan Pondok-pondok alumni Gontor, Gintung, dan para sarjana perguruan tinggi negeri dan suasta. Al-azhar University, UNPAD, UIJ, UNISBA, STAI, dan lain-lain. Allhamdullah Alumni Pondok Pesantren Daarussa’adah diterima di tengah-tengah masyarakat sebagai pemimpin pesantren, dai, mubaligh, guru ngaji, ustadz, dosen, PNS, Militer dan Lain-lain.

VISI

•         Mencetak generasi muslim yang Qur’ani, berakhlakul akrimah dan rosikhuna fil il’mi.

MISI

•         Menciptakan generasi muda yang beriman dan betakwa kapda Allah SWT sebagai kader-kader Umat Islam dalam prores pengusaan, pengembangan dan penerapan IPTEK untuk menyiapakan manusia Indonesia seutuhn.

TUJUAN PONDOK PESANTREN DAARUSSAADAH

•         Meningkatkan dan mengenbangkan potensi SDM sebagai sabjek dan

wahana untuk mencapai keridoan Allah SWT.

•         Memenuhi minat intelektual dan prospek santri,

•         Mengembangkan keikut sertaan sebagai figure dan assep masyarakat

yang  siap pakai.

•         Melahirkan lulusan yang berkualitas tinggi.

•         Mencetak lulusan agar mampu memiliki akidah islamiah yang kuat dan

memiliki keseimbangan atara ilmu dan amal.

•         Mencetak santri yang beramal ilmiyah dan berilmu amaliah.

AKTIFITAS PONDOK PESANTREN DAARUSSADAH

•         Kajian Kitab-kitab Kuning sistem paket

•         Pengembangan Tilawatil Qur’an

•         Disiplin pengguanaan Bahasa Arab dan Inggris dalam pecakapan

sehari-hari.

•         Latihan pidato bahasa Arab, Inggris, Indonesia.

•         Beroganisasi dan kepramukaan

•         Diskusi keagamaan

•         Kursus komputer

•         Marching band

•         Qosidah dan Nasyaid

•         Beladiri Tapak Suci

•         Band

•         Pelatihan industri Roti

AKTIFITAS HARIAN SANTRI

•         04.00-05.00•         05.00-06.15

•         06.00-07.00

•         07.00-12.15

•         12.15-14.00

•         14.00-15.15

•         15.15-17.00

•         17.00-1830

•         18.00-20.00

•         20.15-21.30

•         22.00-04.00

•         Bangun tidur dan shalat subuh•         Kajian Kitab-katib Salafy (Balaghan)

•         Mandi dan sarapan pagi

•         Masuk sekolah (KBM)

•         Shalat, makan, istiraht.

•         Kajian kitab salafy (sorogan)

•         Shalat ashar, olahraga, kursus

•         Mandi dan persiapan ke masjid

•         Kajian kiban-kitab kuning

•         Shalat isya dan belajar bersama

•         Istirahat (wajib tidur)

JENJANG PENDIDIKAN

•         Jenjang pendidikan Pondok Pesantren Daarusa’adah setingkat dengan Madrasah Tsanawiah (MTs)/SMP dan Madrasiah Aliah (MA)/SMA dengan jenjang sebagai beriku:

•         6 (enam) tahun untuk lulusan SD/MI

•         Berijazah Sanwiyah/SMP Dan Aliayah?SMA

KURIKULUM PENDIDIKAN

Dalam proses pengembangan fikir dan dzikir Pondok Pesantren Daarusaadah memadukan kurikulum Pendidikan Nasional dan kurikulum Pesantren sebagai satuan pelajaran yng integral bahasa pengantar yang diggunaka Disesuaikan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk mata pelajaran yang berbaris Nasional, Bahasa inggris dan Bahasa Arab untuk Mata Pelajaran yang berbaris Pesantren (Keagamaan).

KAJIAN KITAB KUNING

Kelas I

•         Awamil, Wasoya, Matan Bina, Hadist Arba’in, dan Safinatunnajah.

Kelas II

•         Jurumiah, Kailany, Quthrotul Ghaist, Nashoihul I’bad, Tijan Dirori, Sanusiyah, Matan Bina.

Kelas III

•         Jawahirul Tauhid, Nadhom Imrity, Ta’lim Muta’lim, Fathul Qorib, Nashoihul I’bad, Muta’mimmah.

Kelas IV

•         Riyadhul Badi’ah, Tafsir jalalain, Mutamimmah, Nadham Maqsud, Mukhatarul Hadist, Fathul qarib.

Kelas V

•         Bidayatul Hidayah, Tafsir jalalain, Fathul muin, Alfiyah, Nadham Maqsud, Mukhatarul Hadist, Jawarul Maknun.

Kelas VI

•         Bidayatul Hidayah, Tafsir jalalain, Fathul muin, Alfiyah,  Mukhatarul Hadist, Jawarul Maknun.

FASILITAS PENUNJANG

•         Asrama putra dan putri

•         Laboratorium Komputer, Biologi, dan Fisika.

•         Perpustakan Buku dan Kitab Digital

•         Sarana seni dan Olah Raga

•         Perumahan guru

•         Ruang proses Belajar mengajar (PBM)

•         Kompontren

•         Free Hotspot

•         Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren)

•         Lapangan Badminton In door

•         Lapangan Futsal In door

•         Teather

Pimpinan Pondok beserta Keluarga

Mata pelajaran Prakarya dan Contoh Materi Pelajaran Prakarya

By.Hendi Suhendi

Di Struktur Kurikulum 2013 ( Baca : KI – Kd Prakarya ) , Prakarya merupakan salahsatu materi pelajaran  yang muncul tersendiri setelah sekian lama “bareng” siam bersama  Seni Budaya. Namun karena Siam itulah , terkadang Prakarya tersisihkan, bisa jadi karena Sang guru lebih menguasai Seni musik daripada Keterampilan atau Prakarya sangat ribet untuk diajarkan.

Sesungguhnya Mata pelajaran Prakarya sudah mendiami kurikulum sejak lama, dengan nama Keterampilan. baik keterampilan Bebas maupun Terikat.

Prakarya memiliki pengertian Ketrampilan, hastakarya, atau disebut kerajinan tangan, atau keterampilan tangan. Bisa jadi bahan yang digunakan tersedia dipasar, tinggal merangkai ataupun pemanfaatan limbah dan bahan bekas.

Materi Prakarya sesungguhnya tidak perlu mengacu pada buku panduan yang dikeluarkan Kemendikbud, atau menunggu datangnya buku panduan dari sales buku. Guru bisa memanfaatkan media apa saja sebagai sumber materi/belajar.

Salah satu materi Prakarya bisa  Rekan guru  baca atau kunjungi beberapa situs dibawah ini :

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Realita Pramuka dan Scouts 'n roll

ini blog pindahan dari vachmee.wordpress.com

Pesantren Virtual

Menu Pendidikan Dengan Cita Rasa Beda

Blog Guru Kreatif

Mendukung Praktek Pembelajaran Kreatif di Sekolah

ECONOMICS

"take it easy,learning economics is easy if you join with me"

Dr. Uhar Suharsaputra

BUKU ILMU BACA BUKU ILMU

himCayoo!

Counseling For All, Counseling For Better Life

tentang PENDIDIKAN

AKHMAD SUDRAJAT

The Siren's Tale

Writing & Lifestyle Blog

Analog & Antisocial

Random thoughts

DAARUSSAADAH CIMARGA BOARDING SCHOOL

JL.Raya Leuwi Damar KM.7 Margajaya Lebak Banten

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi